Pendiam itu pinter? « chik




Life Goes On. You've got to be tough to win. In Learning you will teach and in teaching you will learn.


Au nom d'Allah. Le Tout Misèricordieux, Le Tres Miséricordieux



Soredewa, antagata wa Ou no onkei no dore wo uso to iunoka?

Lequel donc des bienfaits de votre seigneur nierez-vous? (QS: Ar-Rahman: 18)


Glorifie le nom de ton Seigneur, le Très Haut. Celui Qui a crée et agencé harmonieusement.

Shikou no okata, anata no ou no gyomei ni oite. karewa souzoshi, totonoe chouwa saseru okata. (QS 87: 1-2)


Allah ga ningen ni ataerareru donna jihi mo habamareru koto wa nai. Mata Kare ga habamu nanigoto mo, sore wo tokihanasu mono wa nai. Hontouni Kare wa Iryoku Narabinaku Eimei de arareru.

Ce qu'Allah accorde en miséricorde aux gens, il n'est personne à pouvoir le retenir. Et ce qu'Il retient, il n'est personne à le relâcher après Lui. Et c'est Lui le Puissant, le Sage.

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorang pun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 35:2)



Art:©Hadi

   

<< October 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31







Ngintip punya:



If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Thursday, October 05, 2006
Pendiam itu pinter?

Ba'da magrib lalu suara Tristan di ruang bawah memaksaku meninggalkan kesibukan di kamar. "Bulek Niniiiiiiiing!!" mungkin lengkingannya mencapai 8 oktaf.

"Kok ada suara anak kecil, yaaa... Siapa, sih...? Mana, yaa...?" kuturuni tangga, sambil berakting mencari-cari sumber suara. Kulongok kolong kursi, ruang tamu, juga belakang TV. "Kok nggak ada. Mungkin  Bulek salah dengar." aku pun duduk di kursi dekat TV, mengacuhkan Tristan yang melihat ke arahku.

"Akuuuu...!" katanya tertawa geli sambil nunjuk-nunjuk dadanya.
"Ooooh... tadi suara Ade, ya...?"
"Hahahaha..."
"Bulek, ini apa?"
jarinya menunjuk boneka yang dipeluknya.
"Apa, sih, itu?"
"Kura-kura!!"
"Oooh... kura-kura..."
"Bulek, coba cari dikamus visual, ada ini apa enggak...?
"Kamusnya mana?"
"Ituuu..." diabilnya kamus tebal, lalau duduk di lantai, mulai mencari-cari gambar kura-kura.

Nggak berapa lama, Ian datang menyusul. Sambil memainkan boneka bola, duduk di depan TV. Bola dilempar-lempar. Lalu, nimbrung lihat kamus. Ade yang bosan, berdiri...
Diambilnya buku ilmuwan Jepang Masaru Emoto "The True Power Of Water.'" Dibuka-buka. Setiap keterangan gambar dibacanya keras-keras.
"Hado air yang sudah diberi ucapan terima kasih dan cinta..."

"Ck... payah, nih anak. Dia nggak sepinter aku waktu kecil." ucap Ian tiba-tiba.
"Memang waktu kecil Mas Ian pinternya gimana?" tanyaku sambil nahan senyum.
"Waktu kecil aku 'kan pendiem, nggak secerewet dia."
"Ooh, jadi pendiem itu pinter, ya...?" gelak tawa tak bisa kutahan.
"Memang, sih, Mas... waktu kecil dulu Mas Ian susah ngomong. Sampai-sampai Ibu Aning takut Mas Ian nggak bisa ngomong..."

Hmm...Pendiam itu pinter, ya?

<2006/09/05-chik>


Posted at 05:34 pm by chik

Nita
October 5, 2006   05:51 PM PDT
 
gue pendiem nih hihi...
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry