 |
Au nom d'Allah. Le Tout Misèricordieux, Le Tres Miséricordieux
Soredewa, antagata wa Ou no onkei no dore wo uso to iunoka?
Lequel donc des bienfaits de votre seigneur nierez-vous? (QS: Ar-Rahman: 18)
Glorifie le nom de ton Seigneur, le Très Haut.
Celui Qui a crée et agencé harmonieusement.
Shikou no okata, anata no ou no gyomei ni oite.
karewa souzoshi, totonoe chouwa saseru okata.
(QS 87: 1-2)
Allah ga ningen ni ataerareru donna jihi mo habamareru koto wa nai. Mata Kare ga habamu nanigoto mo, sore wo tokihanasu mono wa nai. Hontouni Kare wa Iryoku Narabinaku Eimei de arareru.
Ce qu'Allah accorde en miséricorde aux gens, il n'est personne à pouvoir le retenir. Et ce qu'Il retient, il n'est personne à le relâcher après Lui. Et c'est Lui le Puissant, le Sage.
Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorang pun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 35:2)

Art:©Hadi
Ngintip punya:
|
 |
|
|
|
Reuni Dadakan
Monday, May 29, 2006
"Ning." "Yaaaa..." "Nong." "Ada reunian yee. Bulan Juli." "Hmmm... waktu itu sih, dah ribut-ribut mo ada reunian. Panitianya angkatan di bawah kita. Tapi trus kabar itu ga terdengar. Kirain ga jadi."
Rencana reuni itu kurang menarik buatku. Reuni skala besar, blom tentu memuaskan. Iya, kalo temen seangkatan banyak yang datang. Kalo cuma ketemu kakak atau adik kelas yang ga kenal... itu sih, bukan reuni namanya. Mail undangan reuni memang kusebar ke teman-teman, tapi... ga menggebu-begu. Yang bikin males lagi, tempatnya di kafe dan malam. Seperti yang kuduga, reaksi teman-teman juga adem ayem aja.
*** Senin lalu, "Nyingnying." "Haik..." "Udah denger kabar belum, angkatan 88 mo kumpul-kumpul?" "Blom. Asyiiik! Kapan? Sapa eo-nya?" "Hehehe. Ga ada eo2-an.Dadakan aje. Kepancing acara yang Juli itu. Bantuin kumpulin anak 88 dunk..." "Idenya kamis tanggal 25 ini di BaleAir jam 10. Kan tanggal merah, tuuh..." "Ok. Gue sms n mail temen yang gue tau." "Iya, aku sama Nurul juga kontak temen-temen yang gue tau."
Kuraih Hp. Kirim pemberitahuan ke temans yang terdaftar. Beberapa nama kucari lewat milis. Alhamdulillah, dari pencarian oleh kami bertiga, kedata 27 nama dan 19 orang yang bilang mo datang, kalau ga ada halangan. Beberapa orang lalu membatalkan datang, karena harus ke luar kota or kerja meski di hari libur. Sempat juga kami was-was apa benar mereka bisa datang. "Ning, was, was, nih... mereka beneran mo datang ga, ya...?" "Biar aja kalo pada ga jadi, Vin. Yang penting lo, Nurul, ma gue dah pasti datang, 'kan? toh, kita juga dah lama ga ketemu." "Iya, ya... Nurul juga bilang gitu."
*** BaleAir... lumayan jauh. Kalau dipikir-pikir, pergi ke sana pas pulang pasti ga ada temen. Musti ngebis sendiri... jadi, kuputuskan nyepeda! Brangkat dari rumah jam 8.40... 40 menit sampai di lokasi. Tentu saja paling dulu sampe. Warung-warung makan masih tutup. Sepi, pi... aku duduk aja di taman tengah, sambil nglamun. Sayang, ga bawa buku. Seorang demi seorang datang. Beberapa berubah sosoknya, meski wajah tetap.
"Ya, ampuuun! Kok jadi gemuk gini..." "Iya, lah. Kerja gue di kantor cuma duduk." "Itu sapa?" "Ya, ampuun Tuti!" "Kok anak-anak ga dibawa?" "Repot, ah." "Anak lo berapa?" "Masih suka bawa payung, ga?" "Hahahaha... hihihihi.."
Ribut. Bercerita tentang masa kini dan mengenang masa lalu.
"Kalau ketemu di jalan, ue pasti ga ngenalin!" "Eh, kita arisan, yuk! Ga usah tiap bulan. Tiga bulan sekali aja." "Oka ngajakin kita kumpul, trus ikut kuis TV." "Yuk! Yuk..." "Gue kopi data ini, dong..." "Nanti gue update dulu. Ntar kirim mail." "Ning, inget, yaaa... acara paling deket nanti Juli, pas Detty ulang taun. Tanggal 4." "Hebat, lho... bisa ngumpulin segini banyak. Dah bagus, niiih..."
Ga krasa, makin siang. Waktunya pulang. "Foto dulu rame-rame, dooong..." Klik! "Daaaaah!"

***
14.00 siang, aku ngegoes menuju selatan. Fiuuuh! Meleleh. Mampir bentar di toko buku di Radio dalam. Numpang ngaso. Jam 3, lanjut goes ke Terogong. Mo nyalon. Hehehehe... biar tetep cantik meski habis panas-panasan ngegoes. 
Jam 5.15, ketemu teman-teman B2W. Masih di Terogong. Ikut pemotretan buat KOMPAS Minggu. Hihihi... Habis pemotretan, ngobrol-ngobrol bentar, lalu pulang. Sampe rumah jam 19.00. Cuaaapeeee! Total jarak tempuh hari itui... 27 km.
Fuuuh...
Thanks buat: Vina, Nurul, Ndaru, Poppy, Waras, Tuti, Mala, Rossy, Dinda, Ocha, Ermel, Andi, Mizanul, Lina, Detty.
<2006/05/2006-chik>
Posted at 11:03 am by chik
Permalink
Belajar Kamus dan Nonton VCD
Wednesday, May 24, 2006
Belajar Kamus dan Nonton VCD
"Bulek, aku mau gambar mata..." Tristan suatu sore waktu aku baru pulang kerja. "Ini retina, ini bintik buta..." ocehnya "Sekarang gambar jantung." "Jantung kita ada empat ruang, De... Aduuh... tapi Bulek lupa," aku takut ngajarin yang salah, jadi musti liat contekan dulu. "Tanya Bulek Har, sana... punya buku biologi ga..."
Ade pun masuk rumah... "Bulek, punya buku biologi, ga? Aku mau belajar jantung." "Ga punya, De." yaaa... kakakku memang ga ngajar biologi. "Di kamu visual kamu ada." katanya padaku. "Yaah... repot, dong..."
"Bulek, aku mau dong kamus..." "Kamusnya di mana, yaaa... Cari dulu, di sana ada, ga." Aku agak ga rela Ade pegang kamus visual itu. Habis, itu buku muahaaal, dan Ade belum bisa mbuka halaman buku dengan rapi. Pasti lecek. Bahkan, bisa jadi sobek. Kalo sampai sobek... aduuuh... ga, deh! "Buleeek... mana, dong kamusnya...? Aku mau belajaar..." Ade terus merengek. "Ayo, deh... kita naik..." akhirnya aku ga tahan sama cerewet. Apa boleh buat.
"De, Bulek yang buka bukunya, ya. Ade mau liat apa...?
Sejak saat itu, kamus visual jadi buku wajib. Apa yang sering dilihat... dah jelas, astronomi. "Bulek, sekarang aku mau belajar astronmi. Ayo, buka, dooong..."
***
"Bulek, Aku mau nonton vcd Harun Yahya..." Tristan ambil vcd Di Balik Rahasia Materi dari rak. "Jangan yang itu, De. Itu susah." "Yaah... tapi, aku mau nonton materi..." "Jangan yang itu, susah." "Kenapa, sih, aku ga boleh nonton materi?" tanyanya sambil cemberut. "Bukan ga boleh, tapi belum waktunya. Itu susah. Nanti kalau Ade sudah lebih besar, baru nonton itu. Yang lain aja..."
Ade turun dari kasur. Dibukanya lemari cari vcd lain. "Ade nonton ini aja. Yang ini belum boleh..." kataku sambil menyortir beberapa judul. Salah satunya Di balik Penciptaan Manusia. "Tu, tunggu..." dia ambil vcd itu. "Ini apa?" protesnya sambil menunjuk gambar balita di cover vcd. Wajah cemberut dan tangan memukuli tanganku. "Kenapa?" "Ini... anak kecil..." masih memukuliku. "Terus?" "Huuuh! Ini 'kan..." "Ada gambar anak kecil, berarti Ade boleh nonton?" aku membantunya menyelesaikan kalimat. "Iyaaaa..." tandasnya. Hahahaha...
<2006/05/24-chik>
Posted at 09:21 am by chik
Permalink
Di lampu merah itu... GUSRAAK!!
Thursday, May 18, 2006
Di lampu merah itu... GUSRAAK!!
Kemarin, waktu mo pulang, di parkiran ada cowok yang nanya-nanya soal sepeda. Di mana beli, berapa, bla..blaa..blaa... pertanyaannya banyak. Bahkan, dia sengaja nunggu Joe turun, soalnya masih mau nanya tentang sepeda, dan janjian mo ke toko sepeda di Ciputat hari Minggu besok. Akhirnya, si mas satu itu baru berhenti nanya waktu azan magrib berkumandang! Pulang malem, deh... "Gue solat dulu, ya." pamitku.
*** Jalanan agak sepi. Tumben. Di jalan ga terlalu stress. Bahkan, bisa ngegoes sambil sedikit ngelamun. Apa yang kulamunkan... Mo tau aja, deeeeeh!! 
Di perempatan pasar impres Kebayoran Lama... lampu merah nyala. Beberapa motor sudah brenti di depan. "Asyik. masih ada sisa trotoar buat kakiku..." gumamku. Kutepikan sepeda... kaki turun dari pedal, menuju trotoar... Tiba-tiba saja, GUSRAAAKK! Aku kehilangan keseimbangan, sepeda oleng dan rubuh. Dua kaki dah di bumi sementara tangan masih pegang stang. Repot juga waktu mau mbangunin sepeda, karena tas yang kupasang di rak belakang cukup berat.
"Kamu kenapa?" Joe bingung liat sepdaku di bawah, waktu dia akhirnya sampai lampu merah. "Hehehe... kirain kaki dah sampe trotoar, taunya masih kejauhan. Jatoh, deh..." "Ada yang sakit ga?" "Ga. Jatohnya sih, ga apa-apa, cuma malunya itu... hihihihi." "Iyaa... aku kaget liat sepeda kamu di bawah. Tapi orang yang naek motor ga ada yang turun nolongin. Kirain kesenggol motor, tapi ga ada tampang yang merasa bersalah. Malah ngeliatin kamu sambil bingung." "Hehehehe..."
*** Berkilo-kilo meter dari tempat kejadian... "Tenggorokanku ga enak, nih. Apalagi waktu waktu di tempat kamu jatuh..." "Mbok ya bilangnya di perempatan kebayoran! Ga usah diungkit-ungkit lagi! Tempat jatoh itu ga usah dibold..." protesku!
<2006/05/18-chik>
Posted at 08:53 am by chik
Permalink
Ke Bogor
Monday, May 15, 2006
"Ning, kamu ikut ke Bogor, 'kan?" tanya Nir. "InsyaAllah. Tanggal 13, 'kan? Pas tanggal merah, jadi ngaji libur. Aku bisa ikut.Brangkat jam berapa, Nir?" "Naek kereta pertama dari Tanjungbarat. Jam 5.30." "Haaah! Pagi amaat! Brangkat jam berapa? Subuh di jalan, dong?!" "Bangun sebelum subuh, mandi, trus siap-siap. Habis subuh, langsung jalan. Nyepeda ke Tanjungbarat paling lama 30 menit, kok..." "Hmm... iya, deh. Semoga aku bisa bangun."
*** Dering telepon jam 4.15 membuat mataku yang masih kriyep-kyriep terbuka lebar. Nirwana. "Yaaaa..." Trek. Telepon ditutup. Melanjutkan tidur-tiduran, akhirnya jam 4.30 aku bangun betulan. Mandi, lalu siap-siap sambil nunggu azan. "Ketemu di perempatan carefour jam berapa?" Kukirim sms ke Nir.
"Aku masih harus nunggu Iie. Kamu sama Bayu aja. Ketemuan sama lainnya di Citos jam 5.15. Telat ditinggal." Belum lagi habis roti habis kumakan, Bayu sudah nelepon. "Di mana?" "Masih di rumah. Kamu di mana?" "Lho... kok masih di rumah? Aku dah di perempatan." "Waaa... iya, deh. Tunggu, yaaa."
Kumasukkan roti yang baru kumakan dua gigit ke ransel, pasang lampu, pake sarung tangan dan helm, lalu brangkat. "Hati-hati!" pesan ibuku.
***
Nyepeda pagi-pagi, enak bener. Udaranya masih segar, ga ada asap... Cuma, dingin! Sama... mobil-mobil yang lewat pada ngebut. Serem juga. Sampai di Citos, masih sepi. Uups... jam 5.18.
"Kok, sepi... apa kita dah ditinggal, ya?" "Kayaknya, deh. Langsung aja, yuk."
Haah... perjalanan ke stasiun sudah menguras tenaga! Agak sedikit ngebut, karena ga enak sama teman lain dan juga harus ngejar kereta. Entah ada berapa tanjakan yang musti kulewati. Beberapa kali aku ketinggalan cukup jauh. "Dah, lewat, nih... kalau ditinggal gimana?" "Kita tunggu Nir aja."
Akhirnya... stasiun di depan mata! Tapi, kok... sepi. Ga kliatan sepeda satu pun. Waaa... betulan ditinggal? Hyaaa... ternyata, sebenarnya kami sampai Citos duluan. Pada telat! Akhirnya diputusin, kami nunggu lainnya datang supaya naek kreta bareng. Akhirnya, satu per satu datang. Semuanya ada 11 orang (kalo ga salah. lupa). Seru juga... 11 sepeda nunggu kereta di stasiun. Tapi, kok... entah karena hari libur nasional, atau memang ciri khas kereta di negara kita (kayaknya sih, yang ini...) kereta tidak juga menampakkan batang lokomotifnya. Jam 8 masih menunggu, sampai akhirnya... "Ayo, naik!" Begitu komando Kang Supri. Penuh! Beberapa penumpang ngedumel karena harus berdesakan dengan sepeda. "Lho... ada yang ketinggalan!" "Nanti kita tunggu di stasiun Bogor aja."
Belum lima menit kereta jalan, kabar mengejutkan! "Ini cuma sampe Depok." "Yaaah... kok Depok lagi." Apa boleh buat. Musti ganti kereta di Depok. Akhirnya kami turun di Depok Lama. Beranjak ke peron yang menuju Bogor. "Penuh banget! Ga mungkin sepeda bisa naik!" "Kita goes aja, yuk!" "Ya udah. Ayo keluar..."
Ini benar-benar di luar rencana. Depok-Bogor... juaaaauuuuh! Mana jalannya ajrut-ajrutan dan becek. Rasanya mo brenti aja, tapi kalo ditinggal gimana? Jalan pulang pun ga tau... Kuat-kuatin! Cuma itu satu-satunya cara. "Ayo, Ning... tancep..." Kang Supri ngasih semangat. "Capeee... sekalinya ikut jalan-jalan, medannya gini..."
Beberapa kali nanya jalan, masih jauh juga. Sudah pasti, terlambat dari waktu yang direncanakan. Sementara teman-teman di Bogor dan sebagian teman dari Jakarta yang sudah sampai, berkali-kali nelepon. "Aduuuh! Jangan nelepon melulu, dong! Ganggu, aja!" "Kita naek angkot aja, yuuk! Dan telat banget, niiih." Nego mobil pick up dan truk gagal. Akhirnya lanjut ngegoes.
Semangat sedikit muncul lagi waktu liat plang Taman Yasmin. Kami berhenti sejenak di warung. Minum, karena perbekalan sudah pada habis!.
"Jalan, yuk! Jalaaaan... Hahahaha..." goda beberapa teman waktu akhirnya kami sampai di meeting point. Yang ketinggalan kereta di Tanjungbarat tadi, sudah sampai dan tertawa-tawa melihat kami datang. "Gimana, Ning...?" "Kapok!" "Hahahaha..." "Makan dulu, yuuuk... laper!" Menurut catatan Bayu, Depok-Bogor ditempuh selama 70 menit. Fiiiuuuh!
*** Dari Taman Yasmin, kami lanjutkan perjalanan ke Hutan Cifor (semoga nulisnya bener). Becek dan licin! Pengalaman pertamaku. "Memangnya di milis ditulis jalan-jalan ke hutan, ya?" tanyaku sedikit protes. "Lhooo... Iya, kan...?" jawab Nir,... Berhubung aku bukan pembaca milis yang baik, aku cuma bisa bergumam lirih... "Ooooh..." "Ini sih, medannya biasa aja, Ning..." lanjut Nir. "Yaaa... tapi, aku dah kecapean gara-gara naek kereranya ga sukses. Untuk sementara aku kapok, ah..." "Hehehehe..."
Akhirnya sampai juga di tepi danau. Istirahat sebentar, lalu jalan-jalan dilanjutkan. "Aku ga ikut, ah. Nunggu di sini aja." Beberapa cewek memutuskan untuk tinggal. "Kamu mau nunggu di sini juga?" tanya Bayu. "Capek, sih... tapi aku ga siap bengong di sini. Ikut aja, ah." Kali ini bukan jalan-jalan di hutan lagi. Keluar hutan, jalan di perkampungan. Kiri kanan sawah. Pemandangan bagus! Asyik, tapi... puanaaaaasnyaa! Terang aja! Jam 12-an nyepeda. Salah sendiri! "Kok tanjakan mulu, siiiih!" teriakku. "Namanya juga Bogor."
*** Total peserta sekitar 40-an. Banyak, ya! Cuma... itu dia. Kenalan dengan banyak orang di waktu bersamaan, ga semua nama bisa kuingat.
Sehabis makan siang dan bagi-bagi door prize, akhirnya pulaaang! "Mau ngegoes lagi atau naik kereta?" "Naik truk, yuuuk!" "Hmm... aku terserah aja, deh. Asal kalo ngegoes jangan ngebut, ya..." Belom ada keputusan, rombongan sudah jalan. Keluar hutan, ketemu panas dan tanjakan lagi. Sebagian sudah jauh di depanku, beberapa ada di belakang.
Akhirnya aku ikut rombongan yang naik kereta. Kali ini keretanya sukses sampai Tanjungbarat. Lima orang turun. Mampir sebentar di Rumah Om n Tante HPW, menjelang magrib aku dan Iie diantar sampe Lebak Bulus. Sementara Bayu, karena mobil ga cukup ngangkut 3 sepeda, harus ngegoes lagi sampe Pondok Pinang.
Cape bangeeeet! Tapi asyik! Yaa... kalau dalam waktu dekat ini ada rencana jalan-jalan begitu lagi, aku ga berencana ikutan dulu. Tapi... next time, aku mau lagi!
Minggu pagi, paha, dengkul dan pundak... pegel! Padahal harus nyuci sepeda... 
PS: Sayangnya, aku masih blom punya kamera, jadi ga bisa pamer foto. Semoga nanti ada yang berbaik hati mo kirim2 foto ke aku.
<2006/05/15-chik>
Posted at 01:53 pm by chik
Permalink
Salah Ambil
Friday, May 05, 2006
Sejak nyepeda ke kantor, ada hari khusus aku bawa gembolan banyak. Senin dan Kamis. Di dua hari ga bersepeda itu, pas aku dianter motor... aku bawa baju ganti buat hari lainnya. Ya... ransel besar nemplok di punggung. Kadang aku nyiapin malem sebelumnya, atau kalo lagi males, ya pagi-pagi, sebelum brangkat kantor. Dan tentu dengan terburu-buru.
Minggu lalu, aku beli clana traning. Cari warna gelap, sebab clana biru mudaku yang polos jadi bermotif bintik-bintik hitam karena kena oli dari rantai. Dan... berhubung kalo panjang suka nyangkut di pedal, aku beli clana yang 7/8. "Tinggal pake kaos kaki panjang," begitu pikirku. Habis beli clana itu, aku cari koas kaki panjang. Tapi, kok adanya cuma yang kayak kaos kaki pemian bola. Ga manis, ah! (hihihihi) "Ada yang stoking, Mbak," kata si penjual. Tentu saja kutolak.
***
Hari ini, dua hal konyol terjadi. Aku pake clana training baru. Kaos kaki panjang... aku pernah punya, sih... Bukan kaos kaki buat sepatu keds, jadi jarang aku pakai. Makanya, tadi agak ngaduk laci, buat menemukannya.
Hmm... sedikit aneh di kaki. Ah, iyaaa... kaos kakinya kan ga tebel. Jadi... di sepatu terasa longgar. Maklum, itu sepatu no. 36--nomor terkecil di rak sepatu anak--padahal kakiku kan no. 35. Tapi, ga ada waktu buat ganti. Cuma itu kaos kaki panjangku. Biar, deh.
Meski sampai kantor jam 6.57... aku agak terlambat ganti kostum, karena asyik nulis mail. Ini kekonyolan kedua... Kok celana panjangku jadi longgar? Aku kurusan? Asyiiik! Ah... tapi, kok... kenapa longgarnya banyak? Oooh! Ternyataaaa... Aku salah ambil celana. Ini celana panjang biru kakakku... pantas saja longgaaaar... dan kepanjangan! Uuugh! Untung aja ga sampai mlorot ke tanah.
<2006/05/05-Chik>
Posted at 09:53 am by chik
Permalink
Daunnya gugur satu
Friday, April 21, 2006
Kemarin, persediaan umur menetap di bumi ini berkurang satu. Kalo mbayangin diri ini jadi pohon, daunnya dah kering satu, trus jatuh ke tanah. Tinggal berapa, ya, persediaan daun yang ada di dahan? Bisa jadi cuma 10, 5, 3, 2, 1 atau cuma setengah? So, kamaren itu aku dengerin lagu Kla yang judulnya Tinggal Sehari. Katanya: "JIka tinggal sehari hidupmu di dunia ini, engkau kan perbuat apa yang tak sia-sia...?"
Aku ingin, di sisa usia yang ada ini aku bisa bermanfaat buat buat diri sendiri, keluarga, sahabat, dan semua orang...
<006/04/21-chik di hari Kartini yang pergi ke kantor nyepeda, tapi tus di kantor pake rok. Cakep, lho! >
Posted at 10:20 am by chik
Permalink
Astronot
Sunday, April 02, 2006
Beberapa minggu lalu, hari Jumat aku pulang malam. "Dari tadi dicariin Tristan, tuh..." "Mau ngapain?" "Biasa, mau nyetel VCD. Maunya sama kamu. Sampai ngotot mau nelepon HP." "Mau nyetel apa, sih..." "Katanya VCD bikin peta."
*** Sabtunya, pagi sekitar jam 9 Tristan sudah main ke rumah. "Bulek kenapa lama pulangnya?" dia protes sambil tolak pinggang dan mata melotot. "Memang Ade mau apa, sih? Kok, nyariin Bulek?" Bukannya menjawab, Tristan lari keluar, pulang. Ah... itu anak kadang memang aneh. Kalau lagi ga mau, dirayu sedahsyat apa pun dia ga akan mau main. Tapi... kalau dah betah main, sampai diusir-usir pun, ga mau pulang.
"Bulek, aku mau nonton ini, dong..." Uups! Ternyata dia pulang ngambil VCD. "Lho? Kok VCD-nya beda, De?" tanya kakakku. "Katanya mau bikin peta..." "Aku mau nonton ini aja, astronot!" "De... jangan sekarang, deh... Bulek mau ngaji..." bujukku. "Yaaah... Bulek ga usah ngaji! Nonton aja." Tristan menarik tanganku, ngajak naik. "Ya udah, sebentar aja, ya." Uh... padahal dah jam segitu... mana belum mandi, mau pergi jam 10.00. "Ko, temenin Ade bentar, dong. Mba Nining mau mandi." kualihkan tugas menjaga pada adikku.
Usai kumandi, Tristan masih asyik di kamar. Wajahnya berseri-seri, nonton VCD sambil ngikutin lagu si Barney. Sebagian besar lagu berbahasa Inggris bisa diikuti cukup baik. "Ade mau jadi astronot?" "Iyaa..." "Berarti, Ade harus rajin...? "Belajar." "Bulek juga mau jadi astronot?" "Enggak. Ga semua orang harus jadi astronot, De. Bulek jadi editor aja."
"Dah habis, De. Matiin, ya." "Beluuum... ada lagi..." Sambil ganti kostum (^^) dan nyiapin tas, sesekali kutengok Ade yang asyik nyanyi. Ga lama, film si Barney pun habis. "Aku aja yang matiin..." Tristan dah pinter nyetel dan matiin sendiri VCD player, walau kadang dia ambil jalan pintas. (Hyaaa... gimana kalo rusak...?!) Trus, dia turun sendiri, pulang tanpa pamit!
*** Suatu malam setelah hari itu, Tristan main di rumah. Tiba-tiba saja, dengan nada sedikit marah, "Bulek, sih, ga jadi astronot!" "Lho... 'kan Bulek dah bilang. Ga semua orang harus jadi astronot..." "Semua jadi astronot aja..." "Kalau semua orang jadi astronot, ga ada dokter, dong... nanti kalau astronotnya sakit, siapa yang ngobatin?" "Barney bisa, kok!"
GUBRAK!!
<2006/03/31-chik>
Posted at 08:46 am by chik
Permalink
Nyepeda di Harpitnas!
Friday, March 31, 2006
Setelah nyepeda ke kantor, kutambahkan prinsip baru dalam kamusku... Jangan cuti di hari nyepeda (Selasa, Rabu, dan Jumat)! 'Kan sayang... jadi ga nyepedaaaa! Kebetulan, minggu lalu karena harus ngurus sesuatu, aku ambil cuti. Dan aku ambil cutinya hari Kamis. "Tanggung amat, cuti Kamis," si Bos heran liat hari cutiku, waktu aku minta tanda tangan. "Kan Jumat mo nyepeda. Sayang kalo cuti. Hehehehe..."
***
Aku jadi uring-uringan, setelah baca di koran tentang cuti bersama harpitnas! Itu 'kan hari Jumat! Masa' cuti! Lagian, cuti kok dipaksa! Cuti 'kan harus sesuai keinginan sendiri! Kalo libur ok, lah... Ini... dah dipotong cuti, ga sesuai kata hati pula! Ga trima!
Tapi... itu 'kan liburan kata pemerintah. Gimana kantor kita... rasanya blom tentu KKG ikutan cuti bersama. Lebaran tahun lalu aja, ga ada cuti bersama. Eh... ada, ding! Cuma sehari. Dan itu beda sama pemerintah, 'kan...
Sampai Selasa pagi, masih belum jelas Jumat kantor ikutan libur ga. Lubuk hati terdalam, sih, berdoa supaya ga libur. Mungkin agak aneh, libur kok ga suka. Tapi, 'kan... kalo ngantor bisa ngenet and chatting gratis...  Dan alhamdulillah... ternyata EMK punya prinsip, ga ngikut libur pemerintah. Senanganyaaa... Bisa nyepedaaaaa!
Jumat, 31 Maret 2006 Jalanan begitu lengang... Hepi, hepiiii... nyepeda tanpa dipepet-pepet motor... Brangkat dari rumah jam 6.10, sampai kantor jam 6.55. Aah... andai setiap hari jalan di Jakarta selengang tadi...
<2006/03/30-chik>
Posted at 04:32 pm by chik
Permalink
Racun meracun
Friday, March 17, 2006
Mail-mail hari ini:
Krishna: Jumat ada kumpul2 B2W. Dateng semua?
Lucy: Boleh bangetsssss...... pada ikutan, ya?
Joe: Ning, ikut aja kumpul-kumpul nanti sore ke put-put. Kan rombongan rutenya jg ke selatan (RS Asih di jl Panglima Polim). Sampe di Asih, kita langsung pulang aja, gak usah ikut nongkrong. Sekalian Nining pulangnya cobain rute yg lain... yok...yok...yok...
Kang Supri: ntar sore main ke Senayan yuk.. nyobain trek dekat mesjid, asyik untuk mini XC.
Begitulah sebagian racun yang ditebarkan temen-temen. Padahal, hari ini aku berencana pulang cepet. Sampe rumah sebelum magrib. Yaa... memang sudah beberapa taun belakangan ini aku lebih suka pulang tenggo, magrib di rumah, trus mengurung diri di kamar. Sekarang, agak susah mo begitu pas di hari-hari nyepeda. Asyik juga sih, nyepeda barengan gitu. Jadi ada contoh gimana ngambil jalan nyelip-nyeleip di antara motor, gimana kalo mo motong jalan supaya bisa belom kanan, gimana ambil jalan di tengah biar ga ngirup asep knalpot motor, dan banyak lagi!
Tapi... repotnya, nih... yang pulang bareng itu, anak kost. Dan kebiasaan anak kost pulang kerja... cari makan. Jadilah, nonkrong dulu di warung. Bentar-bentar aku lirik jam... uuugh! Malem lagi... Itu keajadian dua hari kemarin. Gimana hari ini? Entah... tapi, racun-racun itu mulai merasuki...
<2006/03/17-chik>
Posted at 10:10 am by chik
Permalink
Pulang Malam Pertama
Sunday, March 12, 2006
Jumat lalu, Joe ngajak pulang bareng sama Edwin, Nir, n Krishna yang jalan pulangnya searah. "Trus,kita makan malem bareng." ajaknya. "Hm... sebenernya pingin pulang cepet, sih... Tapi ga apa, deh. Tapi cari tempat makan yang di arah jalan pulang, ya. Jangan belok jauh... ke Blok M, misalnya. Biar sampe rumah ga kemaleman." "Ok. Gue konfirmasi mereka dulu, ya."
Ternyata, Om Krishna ga bawa sepeda, Edwin ada acara, dan Nir ada janji. Dan dari konve YM, acara tiba-tiba saja berubah, waktu ada yang bilang, "Di JCC banyak kamera digital diskon sampe 50%." Waaaa... sapa ga ngiler baca pengumuman itu!? "Pingiiiiin!" jeritku tanpa suara. (Soalnya ngetik) "Ayo,Ning, kita ke JCC aja." Nir manasin. "Iya, deh." "Ok, ketemu di sana, ya!"
Jadilah... akhirnya ke JCC. 8 Sepeda parkir di depan pos polisi depan hall A. Di pameran...banyak barang yang bikin ngiler! Itu aja ga liat di semua stand. Yang menyakitkan, kamera yang ditaksir tuh, ga ada diskon! Ya, udah... jadinya cuma liat-liat aja.
Habis dari JCC, makan di mayestik. Hyaaa... mo makan aja jauuuh bener! Laper-laper, musti genjot jauh. Trus... makan sambil ngobrol macem-macem, sampai akhirnya tiba waktu buat pulang. Cita-cita pulang ga kemaleman ga kesampean. Jam 10.30 malem, masih ngegenjot di Radio Dalam. Untung aja dianter sampe rumah, kalo ga...barangkali nginep di Mayestik karena ga brani nyepeda malem. "Kalo sering pulang malem,lo butuh lampu depan kayak gini," kata Joe sebelum pulang. "Iya, bulan depan mo beli."
Tapi...kayaknya ga bakalan sering pulang malem, deh...
<2006/03/12-chik>
Posted at 10:21 pm by chik
Permalink
|
|
|